Wednesday, February 12, 2014

Unang Margana

Saya kenal kang Unang sejak Januari 2011, ketika memantau pemilukada bupati dan wakil bupati kabupaten Cianjur.  Saat itu kang Unang menjadi ketua KPUD Cianjur. Orangnya baik, ramah, dan sangat membantu. Saya datang sebagai pemantau pemilu dari KIPP Nasional. 

Foto bersama dengan kang Unang selesai pemantauan pemilukada Cianjur 2011

Tentu saja, keramahan kang Unang kepada kami bukan hanya karena kang Unang adalah mantan ketua KIPP Cianjur, tetapi karena memang sudah bawaannya. Kang Unang juga memfasilitasi lembaga manapun yang datang ke Cianjur untuk memantau pemilu.Saat itu ada juga JPPR dan AEC (Australia Election Commission) yang memantau pelaksanaan pemilukada Cianjur.  

Januari 2012, kami bertemu lagi, sama-sama mencalonkan diri sebagai komisioner Bawaslu. Sayangnya kami berdua hanya mampu mencapai 18 besar  kandidat. Tapi bagi kami berdua, hal ini sudah menjadi prestasi tersendiri, terpilih dari 269 pelamar. Dalam masa seleksi tersebut kang Unang yang lulusan fakultas Hukum mengajari saya membaca undang-undang khususnya undang-undang pemilu a la lulusan Hukum. 

Saya sendiri adalah lulusan Bahasa Jerman yang nyemplung ke dunia kepemiluan karena passion saya sebenarnya adalah di bidang politik. Kursus singkat itu saya bawa hingga sekarang saya menjadi pemantau pemilu internasional yang mengharuskan saya mempelajari undang-undang pemilu di negara yang sedang saya pantau.


Pertengahan tahun 2013, kang Unang menelepon saya memberitahukan bahwa beliau mengundurkan diri sebagai ketua KPUD Cianjur karena bermaksud mencalonkan diri sebagai calon anggota DPD atau Dewan Perwakilan Daerah mewakili provinsi Jawa Barat. Beritanya cukup ramai di media massa, ada yang netral dan ada yang negatif. 

Sebagai teman, saya mendukung pencalonan beliau, dan berharap beliau akan terpilih, meski banyak jagoan dari Jawa Barat ikut bertanding dalam pemilu mendatang. Berdasarkan informasi dari KPU, kang Unang satu-satunya calon anggota DPD dari daerah Cianjur. Karena saya orang Jakarta dan ber-KTP Jakarta, saya tidak bisa memilih teman saya ini. Semoga sukses kang Unang. 

Friday, January 24, 2014

Saya pilih siapa ya?

"Pemilihan umum telah memanggil kita
Seluruh rakyat menyambut gembira
hak demokrasi Pancasila
Hikmah Indonesia merdeka

Pilihlah wakilmu yang dapat dipercaya 
Pengemban AMPERA yang setia 
Di bawah Undang-undang Dasar 45 
Kita menuju ke Pemilihan Umum"

Siapa yang tidak kenal dengan jingle pemilu di jaman Orde Baru ini? Saya masih ingat, karena disiarkan berulang-ulang di televisi dan radio jaman saya masih kecil. Bahkan hingga hari ini, saya masih hafal, meski KPU sudah membuat bermacam-macam jingle pemilihan umum.



Saya senang dengan lirik lagu ini, karena menggambarkan dengan pas bagaimana caranya memilih wakil kita di parlemen dalam setiap pemilihan umum yaitu "yang dapat dipercaya".

Memilih wakil di parlemen merupakan satu kerja yang gampang-gampang susah. Sistem pemilu proporsional daftar terbuka seperti yang dilaksanakan pada pemilu 2009 dan 2014 menyulitkan para pemilih, karena begitu banyak partai dan kandidat atau caleg yang ikut berkompetisi dalam pemilu. 

Blog ini dimaksudkan untuk mengumpulkan track record para caleg yang bertanding dalam pemilu legislatif 2014 mendatang. Saya dan sejumlah teman berusaha mengumpulkan informasi caleg dari berbagai partai melalui berita di media online. Pembuatan blog ini berdasarkan banyaknya keluhan dari masyarakat dan pemilih, bagaimana caranya mengetahui track record caleg. Banyak organisasi pemantau pemilu, pemerintah, KPU, Bawaslu hingga pemerintah menganjurkan untuk menjadi pemilih cerdas, tetapi tidak menunjukkan contoh konkritnya, karena bisa jadi keterbatasan wewenang mereka dalam menuliskan track record caleg. 

Semoga artikel-artikel dalam blog ini dapat berguna. Komentar, kritik, keberatan pasti akan muncul. Silahkan, tetapi harap pergunakan kalimat yang sopan dan logis.